Saturday, September 27, 2014

Apakabarmu disana..?

Assalammu'alaikum warahmatullahi wabarokatuh..

Kekasihku....

Apakabarmu..?
Apakabar dengan imanmu..?
Masihkah engkau menghafal surat cinta-Nya..?
Apakabar dengan hatimu..?
Masihkah engkau menautkan hatimu hanya kepada-Nya..?
Apakabar dengan kesehatanmu..?
Masihkah engkau menjaga jantungmu..?

Sayangku..

Ada banyak kata yang ingin kusampaikan padamu,
tetapi aku tak tau harus bagaimana mengatakannya.

Sayang..

Maafkan aku ketika aku mulai cerewet, banyak mengatur tentangmu.. 
Aku tidak sedang belajar menjadi Ibu-mu.
Maafkan aku ketika aku selalu mengingatkanmu tentang hal yang sama berulang-ulang..
Aku tidak sedang belajar menjadi alarm bagimu.
Aku tau engkau akan bosan dengan semua itu.
Tetapi Sayang..
Aku tidak akan pernah bosan melakukan itu padamu, 
mungkin suatu saat nanti aku akan lebih cerewet dari sekarang - 
ketika aku menjadi Ibu dari anak-anakmu.
Alasannya sederhana, 
Karena apa yang dilakukan orang tuanya - itulah yang akan mereka lakukan pula. 

Besar harapanku..

Semoga kita mampu mendidik anak-anak kita hingga mereka menjadi anak-anak yang berbakti pada orang tuanya,
mampu memberi manfaat pada sesamanya..
Semoga mereka menjadi anak-anak yang sholih/sholihah yang bisa mengangkat derajat orang tuanya dengan ilmu agama.. Aamiin..
Tetapi Sayangku.. 
Disini aku mulai ragu, apakah kita mampu mendidik mereka dengan ilmu agama yang kita miliki..?
Sedangkan kemampuan ilmu agamaku masih sangat kurang. 
Aku mulai lega ketika engkau mengatakan ingin menyekolahkan mereka di sekolahan yang ber-basic tentang ilmu agama, 
tetapi sayang.. 
lagi-lagi aku mulai ragu,, bukankah orang pertama yang mereka lihat saat mereka pertama kali membuka mata di dunia ini adalah orangtuanya..? 


Sunday, September 21, 2014

Untukmu Wahai Calon Kekasih Dunia Akhirat-Ku...


Karena...

bagiku Cinta tidak harus ia yg selalu setia disisi setiap Waktu.






Bagiku..
Cinta bukanlah tentang  ketertarikan sesaat, tetapi ia-nya adalah Komitmen yg memerlukan rasa saling percaya antara dua hati yg saling mencintai. 
Seandainya CINTA adalah ia yg selalu hadir dalam kebersamaan, mungkin aku takkan pernah punya Cinta.

Seperti Matahari dan Bulan yg tak pernah nampak hadir bersama, tetapi mereka tetap memiliki satu tujuan yg sama “menerangi” dunia. 

Se-sederhana itulah aku ingin mencintai-Mu.

Diantara sekian jiwa yg pernah hadir tawarkan cinta, hatiku telah memilihmu.. 

 Dan diantara sekian banyak pilihan jalan untuk melangkah, kumemilih Sakinah bersamamu..
Engkau tau aku tak sempurna, maka dengan kelebihanmu bimbinglah aku.. 

Engkau juga sadar engkau mempunyai kekurangan, semoga hadirku mampu menyempurnakan hidupmu dan juga Agama-mu.  

Jika kita pernah hidup bersama di dunia ini, kelak aku ingin kita dapat bersama di Surga-Nya.. Aku ingin menghabiskan sisa usiaku bersamamu menjadi bidadari di dunia dan akhirat-mu. 

Semoga engkau ridho padaku.

Kita tau bahwa jalan yg akan kita tempuh tidak selalu mudah, maka genggam erat tanganku ketika langkahku mulai goyah. Tuntun aku kembali ke jalan-Nya saat aku mulai tergoda oleh dunia.
Aku hanya ingin menjadi cinta terakhir dalam hatimu. 

Rabb-Mu.. 
 Ibu-Mu.. 
dan Aku.. 
Jika ada cinta yg lain, mereka adalah anak2ku dan saudara kita. 
Cintailah aku karena cintamu kepada Rabb-mu, sehingga menambah kecintaanku pada Sang Penciptaku. 
Cintailah aku hanya dengan seujung hatimu, sehingga cinta itu akan terus tumbuh.

Aku tidak bisa janji untuk menjadi seorang Istri yang sempurna, tetapi aku akan selalu berusaha menjadi lebih baik dari sebelumnya. 

Bantu aku untuk menjadi Istri yg kau sayangi.. 
Bimbinglah aku agar aku dapat menjadi Ibu yang baik untuk anak-anakmu..


Mungkin aku bukan yang terbaik, tetapi aku janji aku akan selalu ada untukmu, menjaga dan mendidik anak-anakmu hingga mereka dapat berbakti kepadamu..


Sayangku... 
Sejuta kata-kata takkan pernah cukup untuk mengungkapkan perasaan ini,,  Seribu mawar belum mampu untuk mewakili kebahagiaanku. 
Aku tak bisa memberikan alasan mengapa aku mencintaimu,, yang aku tau hanyalah.. 
Karena itu Aku.. Karena itu Dirimu,, bukan yang lain.. 
Semoga kita dapat selalu bersama dalam menggapai ridha dan cinta-Nya.. hingga kelak kita sampai pada Surga-Nya...  
Aamiin..




Sayangku... 
Jika aku menuliskan surat cintaku ini  diatas kertas, mungkin engkau akan membuangnya setelah kau membacanya.. 
Lalu kenapa aku harus menuliskannya disini..?? 
Sederhana..  
Aku ingin kelak engkau akan membuka kembali tulisan ini, membacanya kembali dan menceritakannya pada anak-anakku bahwa "dulu" aku pernah jatuh cinta padamu..  
Atau mungkin mereka yang akan membacakan kembali untukmu bahwa engkaulah cinta terindah dalam hidupku..


Dariku, Kekasih Hatimu.. :)